Skip to content
Header Advertisement 2
Beranda » berita » POS LANTAS INDRAPURA OPTIMALKAN PENGATURAN PAGI DI SIMPANG TANAH MERAH JALUR UTAMA JALINSUM

POS LANTAS INDRAPURA OPTIMALKAN PENGATURAN PAGI DI SIMPANG TANAH MERAH JALUR UTAMA JALINSUM

Yara Yara
Sat, 01 Aug 2026

BATU BARA – Demi menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan di jam sibuk pagi hari, personil Pos Lantas Indrapura jajaran Satlantas Polres Batu Bara kembali turun ke lapangan untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas di titik persimpangan strategis. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (01/08/2026) di Simpang Tanah Merah yang merupakan bagian dari ruas utama Jalan Lintas Sumatera.

Kegiatan pengaturan dimulai tepat pukul 06.45 WIB dan berlangsung hingga selesai. Penugasan ini dipimpin langsung oleh IPDA Junaidi, S.H., didampingi oleh AIPTU Jonter, AIPTU Fahnal, dan AIPDA Dudi. Tim telah bersiap di lokasi lebih awal untuk mengantisipasi puncak kepadatan arus kendaraan saat warga mulai beraktivitas.

Simpang Tanah Merah merupakan titik pertemuan arus kendaraan yang sangat vital, dilalui oleh warga lokal yang berangkat bekerja, kendaraan niaga, hingga pengemudi lintas wilayah maupun lintas provinsi. Tanpa pengaturan yang optimal, lokasi ini berpotensi menimbulkan kemacetan panjang serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Selama bertugas, petugas secara cermat mengatur pergantian arus kendaraan dari berbagai arah, memberikan arahan perjalanan yang tepat, serta mengingatkan pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas yang berlaku. Kehadiran petugas juga memberikan rasa aman bagi pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki yang melintas di area tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan hingga kegiatan selesai, arus lalu lintas di Simpang Tanah Merah bergerak lancar dan stabil tanpa ditemukan gangguan berarti. Tidak terjadi kemacetan maupun insiden, sehingga seluruh pengguna jalan dapat melanjutkan perjalanan dengan aman, tertib, dan nyaman.

Sumber ; Satlantas Polres Batu Bara

BERITA LAINNYA

TNI/POLRI

Kapolres Batu Bara Hadiri Kegiatan Pemberian Insentif Guru Sekolah Minggu Se-Kabupaten Batu Bara Tahun 2026

Tue, 09 Jun 2026
berita

*Tim K-9 SAR Ditpolsatwa Korpsabhara Baharkam Polri Sisir Lokasi Terdampak di Manggarai NTT, Pastikan Sterilisasi dan Keselamatan Satwa* MANGGARAI, FLORES NTT – Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri menerjunkan Tim Search Unit K-9 SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban di wilayah hukum Polsek Reo, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (18/8/2026). Langkah cepat ini diambil guna menyisir lokasi-lokasi strategis yang terdampak bencana. Dipimpin langsung oleh Kepala Tim (Katim) K-9 SAR, IPTU Erasmus, pergerakan pasukan dimulai sejak pukul 08.00 WITA. Personel yang dilibatkan terdiri dari 21 anggota gabungan, termasuk Tim Veteriner (dokter hewan), pawang (handler), serta tim pelindung. Setibanya di Polsek Reo pada pukul 12.00 WITA, IPTU Erasmus langsung menggelar konsolidasi dan koordinasi intensif bersama Wakapolda dan Astamaops guna mematangkan strategi operasi di lapangan. Operasi pencarian difokuskan di area SDN Reo I Kabupaten Manggarai. Sebelum diterjunkan ke area pencarian (site), Team RSH Polri Presisi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan ketat terhadap empat satwa K-9 spesialis pelacak mayat (cadaver) yang dikerahkan, yaitu Walet, Dasa, Sita, dan Ari. Hal ini dilakukan guna memastikan kondisi fisik satwa dalam keadaan prima. Selain pemeriksaan satwa, Tim Pelindung juga melakukan sterilisasi area di masing-masing site pencarian. Petugas membersihkan material berbahaya seperti puing-puing seng, paku, dan pecahan kaca yang dapat melukai satwa K-9 saat bertugas. Tepat pukul 15.15 WITA, pencarian dimulai secara paralel. Satwa K-9 Walet dan Dasa menyisir Site A, disusul oleh K-9 Ari dan Sita yang melakukan pelacakan di Site B. Setelah hampir satu jam proses penyisiran intensif, pencarian dinyatakan selesai pada pukul 16.00 WITA dengan hasil tidak ditemukannya tanda-tanda korban di kedua titik tersebut. Seluruh satwa K-9 kemudian kembali menjalani pemeriksaan kesehatan pasca-operasi oleh Tim RSH Polri Presisi. Dalam analisa dan evaluasi (anev) yang digelar usai operasi, IPTU Erasmus mencatat beberapa hambatan krusial di lapangan, di antaranya banyaknya material tajam yang berisiko bagi keselamatan satwa, serta kondisi struktur bangunan dan tembok retak di sekitar lokasi yang mengancam keselamatan para pawang (handler). Meskipun menghadapi medan yang cukup berbahaya, operasi berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri berkomitmen untuk terus bersinergi dalam misi kemanusiaan ini demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Tue, 18 Aug 2026
berita

Satlantas Polres Pematangsiantar Gelar Blue Light Patrol, Tekan Pelanggaran Lalu Lintas Dan Kriminalitas Malam Hari

Fri, 14 Aug 2026