Skip to content
Header Advertisement 2
Beranda » Daerah » Dampak Kelangkaan Semen, Pemko Tanjungbalai Sidak Toko Bangunan

Dampak Kelangkaan Semen, Pemko Tanjungbalai Sidak Toko Bangunan

miko
Tue, 07 Jul 2026

Tanjungbalai, Harianpesisir.com – Pemerintah Kota Tanjungbalai melakukan inspeksi ke sejumlah toko bangunan di Kota Tanjungbalai, diantaranya toko bangunan Sinar Buana dari Jalan S Parman, Toko Bangunan Sinar Makmur di Jalan Teuku Umar, hingga Toko Bangunan Tunas Mandiri dan Sinar Family di Jalan Alteri, Kota Tanjungbalai.

Dalam keterangannya, Asisten Ekbang Tajul Abrar mengaku, saat ini memang ada pengurangan dari pihak distributor ke pengecer di Kota Tanjungbalai.

Dimana, pengecer yang biasanya mendapatkan pasokan semen 1.600 sak perpekan, kini hanya mendapatkan 800 sak semen perpekan.

“Biasanya seminggu dua kali, kini seminggu hanya satu kali. Jadi barang berkurang. Selain itu, ada juga kenaikan harga,” kata asisten Ekbang, Tajul Abrar, Senin (6/7/2026).

Ia mengaku, setelah turun kelapangan untuk mengecek langsung, didapati permasalahan terjadi murni pada distributor yang tidak mengirim semen ke wilayah Tanjungbalai secara maksimal.

“Kita belum tau dari distributor apa masalahnya, kalau kata pemilik panglong tadi ada di kapal. Karena minyak naik, distribusipun dengan kapal jadi berkurang,” terangnya.

Kendati begitu, ia juga mengaku bahwa saat ini Pemko Tanjungbalai akan mencari solusi agar pendistribusian semen di Kota Tanjungbalai kembali lancar.

Sejumlah toko bangunan yang didatangi, hampir memiliki keluhan yang sama. Mulai dari sulitnya mendapatkan semen, hingga harga semen yang mahal.

Sementara itu, di sejumlah toko bangunan di Kota Tanjungbalai, sudah kini sulit dapati adanya stok semen yang tersedia.

Tety, pemilik panglong Sinar Family, mengaku sejak dua pekan terakhir semen memang sulit untuk didapat.

Terlebih, saat ini Kota Tanjungbalai hanya memiliki satu pemasok saja dari Belawan, Sumatera Utara.

“Sejak dua Minggu inilah. Dua Minggu ini susah untuk dapat semen, kamipun dapat dari Asahan, Batubara dengan harga yang tinggi,” kata Tetty pemilik panglong Sinar Family.

Lanjutnya, karena mengambil tidak di distributor, maka harga melambung tinggi. “Seperti kami ini, sekarang ambil di Sei Balai, mereka jual ke masyarakat 90, kami minta juga 200 sak, cuma di kasih 20 sak,” ungkapnya.

Ia mengaku, nyawa dari toko bangunan adalah semen. Sebab, semen menjadi pondasi orang untuk belanja lainnya.

Selain itu, Hadut, pemilik toko bangunan Tunas Mandiri di Jalan Alteri, Kota Tanjungbalai mengaku memang ada pengurangan dari pihak distributor ke pengecer di Kota Tanjungbalai.

Menurutnya, pengurangan ini terjadi sejak sebulan terakhir. Yang semula dalam sepekan dapat pasokan 1.600 sak semen, kini hanya 800 sak semen.

“Memang masuk berkurang dari yang semula seminggu itu masuk dua truk, sekarang cuma masuk sekali,” kata Hadut.

Selain itu, dengan sikitnya barang ini, harga juga berangsur naik hingga kini menembus harga Rp 80 ribu. (*)

BERITA LAINNYA

berita

SPPG Polda Maluku Raih Penghargaan SPPG Inspiradaya 2025

Sat, 13 Dec 2025
Daerah

Wakapolres Batu Bara Hadiri Malam Pesona Seni dan Budaya Kabupaten Batu Bara di PRSU 2026 Medan – Wakapolres Batu Bara KOMPOL Supendi, S.H., M.H., mewakili Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono, S.I.K., M.H., CPHR., CBA., menghadiri pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 dalam rangka Malam Pesona Seni dan Budaya Kabupaten Batu Bara, yang digelar di Panggung Keong Taman Budaya PRSU, Kota Medan, Selasa (21/7/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., Wakil Bupati Syafrizal, S.E., M.AP., Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara Muhammad Syafi’i, S.H., Pj. Sekda Rusyian Heri, Kakan Kemenag Kabupaten Batu Bara Ahmad Jaiz, S.Ag., M.Ag., para kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Acara diawali dengan pembukaan dan tari persembahan Melayu, dilanjutkan doa, laporan ketua panitia, pertunjukan Debus, sambutan Ketua DPRD dan Bupati Batu Bara, serta penampilan Tari Kreasi 13 Etnis yang menggambarkan keberagaman budaya di Kabupaten Batu Bara. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan Sertifikat Penetapan Tonun Batu Bara sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, yang menjadi kebanggaan sekaligus bentuk pengakuan terhadap kekayaan budaya daerah. Acara kemudian ditutup dengan penampilan Tari Putri Bertonun, Tari Tor-Tor, foto bersama, dan closing ceremony. Kehadiran Wakapolres Batu Bara dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan Polri terhadap pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal, sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam memajukan sektor pariwisata dan kebudayaan. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 23.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Sumber : Humas Polres Batu Bara

Wed, 22 Jul 2026
berita

Satresnarkoba Polres Batu Bara Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pria Diamankan di Medang Deras

Tue, 04 Aug 2026