Program Koperasi Desa Merah Putih Terganjal Masalah Lahan, Mendes Ajak Masyarakat Hibahkan Tanah Strategis!

banner 468x60

Majalengka – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digadang-gadang sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan perekonomian desa masih menghadapi masalah klasik: keterbatasan lahan. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDTT), Yandri Susanto.

Saat melakukan peletakan batu pertama gerai KDMP di Desa Gunung Kuning, Kabupaten Majalengka, Yandri mengungkapkan bahwa keterbatasan tanah yang strategis menjadi penghambat utama pembangunan gerai koperasi desa di banyak daerah.

“Masalah lahan ini seakan menjadi persoalan yang terus berulang. Meskipun ada lahan tersedia, seringkali lokasinya tidak strategis atau luasnya tidak sesuai dengan kebutuhan,” ujar Yandri.

Untuk mengatasi masalah ini, Yandri mengajak masyarakat dan pelaku usaha yang memiliki lahan strategis untuk ikut berkontribusi melalui hibah tanah. Ia mencontohkan praktik kolaborasi yang sukses dilakukan di Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan, di mana keterbatasan lahan desa diatasi lewat partisipasi warga dan pengembang perumahan.

“Kolaborasi seperti ini yang menurut saya paling penting. Dengan partisipasi masyarakat dan pelaku usaha, kita bisa mengatasi masalah lahan dan mempercepat pembangunan gerai KDMP di seluruh desa,” tegas Yandri.

Dengan adanya gerai KDMP yang representatif dan strategis, diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk-produk desa, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. (-)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *