Jakarta, 19 Desember 2025 – Pasar keuangan Indonesia ditutup melemah pada perdagangan kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,11% ke level 8.677,34. Rupiah juga ditutup melemah tipis terhadap dolar AS di posisi Rp16.680/US$.
IHSG sempat bergerak positif di sesi pertama, namun berbalik arah menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Sebanyak 379 saham menguat, 284 saham turun, dan 140 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 37,75 triliun.
Hampir setengah dari transaksi bursa terjadi di pasar negosiasi, dengan saham PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) mencatat transaksi terbesar. Sektor teknologi, industri, dan kesehatan menjadi pendorong utama penguatan, sementara sektor konsumer non-primer, barang baku, dan utilitas mengalami koreksi.
Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi penggerak utama kinerja IHSG setelah mengumumkan pembagian dividen interim. Sementara itu, saham Barito Pacific (BRPT) menjadi pemberat utama.
Rupiah ditutup melemah tipis 0,03% terhadap dolar AS. Penguatan rupiah sempat terjadi seiring dengan rilis hasil RDG BI. BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 4,75%. Keputusan ini sejalan dengan perkiraan mayoritas analis yang menilai stabilitas nilai tukar rupiah masih menjadi pertimbangan utama.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa penahanan suku bunga bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Imbal hasil obligasi 10 tahun Indonesia mencapai titik terendahnya pada bulan ini di angka 6,126%. Hal ini mengindikasikan bahwa investor menilai kebijakan BI sudah optimal dalam menjaga stabilitas moneter di tengah ketidakpastian global.





