Skip to content
Header Advertisement 2
Beranda » berita » ‎Ops Antik Satnarkoba Polres Batu Bara Buahkan Hasil Ungkap Tiga Kasus Lagi

‎Ops Antik Satnarkoba Polres Batu Bara Buahkan Hasil Ungkap Tiga Kasus Lagi

miko
Sun, 17 May 2026

Batu Bara, Harianpesisir.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Batu Bara membuahkan hasil lag, kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Sabtu (16/5).

‎Dalam operasi yang berlangsung selama dua hari tersenut, mulai tanggal 16 hingga 17 Mei 2026, polisi meringkus tiga tersangka di lokasi berbeda dengan barang bukti sabu-sabu dan pil ekstasi siap edar.

‎Kasat Narkoba Polres Batu Bara, AKP Arifin Purba membeberkan, katanya ada ketiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial S (44), ABB (22), dan AD (16).

‎”Tersangka S (44), warga Kelurahan Pangkalan Dodek, Kecamatan Medang Deras, ditangkap pada Sabtu (16/5/2026) petang di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pangkalan Dodek. Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,12 gram,” bebernya.

‎Masih di hari yang sama sekitar tengah malam, petugas kembali mengamankan ABB (22), warga Ujung Padang, Desa Kampung Petani, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun.

‎Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 0,68 gram serta satu unit sepeda motor Yamaha Scorpio yang digunakan tersangka.

‎Selanjutnya pada Minggu (17/5/2026), Satres Narkoba Polres Batu Bara menangkap seorang remaja berinisial AD (16), warga Desa Sumber Makmur, Kecamatan Talawi.

‎Dari tangan remaja tersebut, polisi menyita tiga butir pil ekstasi serta satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih.

‎AKP Arifin Purba, pengungkapan kasus ini menunjukkan keseriusan Polres Batu Bara dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

‎“Tidak hanya bandar, pengguna narkoba juga menjadi target penindakan demi memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut,” ujarnya.

‎Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif memberikan informasi terkait aktivitas peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

‎”Kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan guna menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya. (*)