Skip to content
Beranda » Nasional » Tim Komisi XIII DPR RI Kunjungi Bengkulu, Evaluasi Implementasi KUHAP Baru dan Berikan Harapan bagi Warga Binaan

Tim Komisi XIII DPR RI Kunjungi Bengkulu, Evaluasi Implementasi KUHAP Baru dan Berikan Harapan bagi Warga Binaan

Yara Yara
Thu, 09 Apr 2026

Bengkulu, 09 April 2026 – Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja khusus ke Provinsi Bengkulu untuk mengevaluasi implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Baru serta menilik kondisi pembinaan warga binaan di wilayah ini. Tim yang dipimpin Ketua Komisi XIII Willy Aditiya (Partai Nasdem) tiba di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu pukul 10.30 WIB melalui penerbangan Citilink QG-990.

Kedatangan tim disambut dengan antusias oleh Kanwil Hukum Zulkhairi, S.H,M.H, Kanwil Imigrasi Viktor Manurung, S.H,M.H, serta perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Bengkulu yang diwakili Kabid Pelayanan dan Pembinaan Soetopo Berutu. Kepala Kanwil Dirjenpas Bengkulu Haposan Silalahi tidak dapat menghadiri karena sedang dilantik sebagai Kepala Kanwil Dirjenpas Sulawesi Utara di Jakarta. Setelah menyambut, rombongan melanjutkan makan siang bersama di Rumah Makan Juned.

Setelah makan siang, tim langsung berkunjung ke dua lembaga pemasyarakatan. Di Lapas Kelas IIA Bengkulu Bentiring, Kalapas Julianto Budhi Prasetyo Yono, Bc.IP,S.Sos, mengajak tim mengecek usaha UMKM yang dikelola 8 Kelompok Aktivitas Produktif (KA. UPT), program pembinaan kesehatan, dan ruangan perawatan. Ketua Komisi XIII menyampaikan pelayanan di lapas dinilai maksimal dan akan usulkan layanan wartelsuspas gratis agar mempermudah komunikasi warga binaan dengan keluarga.

Rombongan juga sholat bersama warga binaan di Masjid AN NUR dan mengecek dapur yang dinilai sangat bersih dan higienis. “Dapur ini layak menjadi contoh terbaik se-Indonesia,” ujar Willy Aditiya yang akan merekomendasikannya secara resmi.

Berpindah ke Lapas Perempuan Bengkulu, tim disambut dengan manasik dari warga binaan perempuan. Ketua Komisi XIII memberikan apresiasi tinggi kepada Kalapas Suci Winarsih atas pembinaan yang luar biasa. Ia juga menyampaikan upaya penyelesaian secara keluarga dan pencabutan perkara untuk warga binaan RV yang diduga melakukan kekerasan terhadap anak.

Tim juga melihat kerajinan batik dan sulam hasil karya warga binaan, memesan corak batik warna hitam dengan aksen merah, mengecek UMKM lapas, serta mencoba makanan dan minuman hasil produksi. “Kualitas produk dan kerajinan tangan mereka luar biasa,” ucap Willy Aditiya.

Penulis : Rahmat Hidayat